Translate

Sabtu, 17 Januari 2015

"udah Putusin Aja Jaga Kehormatanmu, Raih Kemuliaanmu" By: Ustd. Felix Siauw

Islam tidak pernah mengharamkan cinta. Islam mengarahkan cinta agar ia berjalan pada koridornya. Bila bicara cinta di antara lawan jenis, satu-satunya jalan adalah dengan pernikahan, yang dengannya cinta menjadi halal dan penuh keberkahan. Sebaliknya, Islam melarang keras segala jenis interaksi cinta yang tiada halal. Bukan karena apa pun, tapi karena Islam adalah agama yang memuliakan manusia dan mencegah kerusakan-kerusakan yang akan terjadi pada diri manusia itu sendiri.
Sialnya, kaum Muslim kini hidup dalam kungkungan masyarakat yang sebagian besar salah kaprah dalam cinta. Karenanya tidak dikenal lagi kesakralan pernikahan dan kesucian diri, apalagi kehormatan dan kemuliaan jiwa. Semua sudah terganti dengan pergaulan bebas, ada yang menyebutnya pacaran, teman tapi mesra, dibalut dalam alasan kakak-adik, teman dekat, ataupun yang lainnya.
#UdahPutusinAja, sebab apa pun namanya, kelak akan bersaksi seluruh bagian tubuh di depan Allah. Karenanya, sedari dini mari mendidik cinta, mengajarinya agar ia bersemi dalam taat, bukan direndahkan oleh maksiat. Ajarkan cinta agar ia benar hingga membuat pemiliknya terhormat, bukan nista yang ditanggung karena terbuai cinta yang terlaknat.
 
1. pacaran itu menjalin silaturahim | "silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran" #UdahPutusinAja
2. pacaran itu bikin semangat belajar | "semangat belajar maksiat?" #UdahPutusinAja
3. pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | "ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?" #UdahPutusinAja
4. pacaran itu sekedar penjajakan kok | "serius nih penjajakan? ketemu ibu-bapaknya berani?" #UdahPutusinAja
5. kasian kalo diputusin | "justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?" #UdahPutusinAja
6. kasian dia diputusin, aku sayang dia | "putusin itu tanda sayang, kamu minta dia untuk taat sama Tuhannya, betul?" #UdahPutusinAja
7. putus itu memutuskan silaturahim | "silaturahim itu kekerabatan, sejak kapan dia kerabatmu?" #UdahPutusinAja
8. nggak tega putusin.. | "berarti kamu tega dia ke neraka karena maksiat? apa itu namanya sayang?" #UdahPutusinAja
9. aku nggak zina kok, nggak pegang2an, nggak telpon2an, kan nggak papa? | "nah bagus itu, berarti gak papa juga kalo putus" #UdahPutusinAja
10. aku pacaran untuk berdakwah padanya kok | "ngarang lagi, dakwahmu belum tentu sampai, maksiatmu pasti" #UdahPutusinAja
11. nanti putusin dia gw gak ada yg nikahin gimana? | "pacaran tak jaminan, realitasnya banyak yg nggak nikah sama pacarnya" #UdahPutusinAja
12. berat mutusin | "semakin berat engkau tinggalkan maksiat untuk taat, Allah akan beratkan pahalamu :)" #UdahPutusinAja
13. nanti aku dibilang nggak laku gimana? | "bukan dia yang punya surga dan neraka, abaikan saja" #UdahPutusinAja
14. kalo aku putusin dia, dia ancam bunuh diri | "belum apa2 pake anceman psikologis, dah nikah dia bakal ancem bunuh kamu!" #UdahPutusinAja
15. dia masi ada utang ke aku, berat mutusinnya | "hehe.. kamu ini rentenir ya? kl terusan hutangnya malah nambah" #UdahPutusinAja
16. pacaran itu makan waktu, makan duit, makan hati | mending waktu, duit dan hati diinvestasikan ke Islam, #UdahPutusinAja
17. pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran, #UdahPutusinAja
18. pacaran itu disuruh mengingat manusia, bukan mengingat Allah | melisankan manusia bukan Allah, #UdahPutusinAja
19. pacaran itu bikin ribet, dikit2 bales sms, dikit2 telpon, dikit-dikit minta dikirim pulsa (wah, sms mamah baru nih) #UdahPutusinAja
20. pacaran itu dikit-dikit galau, dikit-dikit galau, galau kok dikit-dikit? hehe.. #UdahPutusinAja
21. lelaki, coba pikir, senangkah bila engkau menikah lalu ketahui bahwa istrimu mantan ke-7 laki-laki berbeda? #UdahPutusinAja
22. wanita, coba pikir, inginkah berkata pada suamimu pasca akad kelak "aku menjaga diriku utuh untukmu, untuk hari ini :)" #UdahPutusinAja

Kutinggalkan dia demi Dia

duhai akhi
...
Entah mengapa, setiap malam minggu tiba, jiwa romantis setiap insan meronta-ronta,merobek setiap relung hati dan mencoba mengerti mengapa malam ini terasa berbeda dari malam-malam yang lain.Malam minggu identik dengan keromantisan,dengan kasih sayang, dan identik dengan cinta-cintaan. Mungkin karena malam minggu banyak yang mencurahkan kasih sayang.
Bisa dipastikan bahwa bagi sebagian orang,malam minggu adalah malamnya setan berpesta pora.Setiap kita akan gampang sekali menjadi hamba setan pada malam panjang ini!Mengikuti apa yang setan inginkan maksud saya. Na'udzubillahi min dzalik!
Ternyata,setan juga mengikuti era digital,loh. Setan tak pernah menyerah,tuh. Ia dengan pasukannya kembali menggoda manusia dengan berhala yang tak terlihat, tapi mampu membuat manusia takluk,menyembah, tak bisa hidup tanpa berhala ini. Berhala ini bernama CINTA DUNIA. Bisikannya lembut banget,pembenarannya juga banyak. Bahkan,logika saja bisa dilewati.Dada ini kita penuhi dengan keinginan duniawi,tanpa ada tempat untuk Allah. Sehingga, walaupun tiap hari kita bersyahadat, yang kita lakukan seakan-akan Allah tak ada, tak melihat.
Jika sudah begini,apa bedanya kita dengan Fir'aun?
Menjadi pengikut setan dan menampik kehadiran Allah. Berbuat seolah-olah Allah tak melihat,tak mendengar,tak ada,padahal kita bersyahadat.
Berhentilah menjadi Fir'aun pada zaman modern ini! Berhentilah menyembah berhala bernama Cinta Dunia!
Kutinggalkan Dia demi DIA. Sebuah refleksi dari memberhalakan Cinta.
Duhai lelaki, Namamukah yang tertulis di Lauhul Mahfuz sana sebagai jodoh saya?Belum tentu! Engkaukah yang akan menemani saya di titian jalan menuju surga?Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agama saya?Jawaban dari pertanyaan ini ada pada Allah Subhanahu wa ta'ala,bukan dihati saya dan hatimu.
Jadi,renungkanlah wahai ukhti,bukankah kita di dunia ini hanya sementara?jangan sia-sia kan keshalihan mu hanya untuk lelaki yang belum halal untuk kita.
Kamu intan terpilih, mutiara pilihan Allah.Jagalah kilaumu,Sayang.Jangan biarkan cinta itu merusaknya.Saya berdo'a untukmu,selalu.Mari,kita berlari mencari cinta Allah, berlomba-lomba berbuat kebaikan agar di mata Allah kita pas untuk dipasangkan.Jika saatnya tiba, semua halal untuk kita. Ini adalah hasil upaya kita mengejar cinta Allah.
Ma'annajah... :)
We will better than today..

Bait Cerita Dibalik Kantung Blezer (Part 1)



Bismillahirrahmanirrahim...
Jejak perjalanan hamba Alloh menuju satu kata, yang dibilang sukses.
Sukses, satu kata yang selalu terucap sejak aku duduk dibangku sekolah dasar sampai saat ini aku duduk diperguruan tinggi negeri sebuah kota kecil di ujung barat pulau jawa. Aku-pun belum paham betul apa itu sukses hakiki, yang jelas sejak SD jika ada yang bertanya “mau jadi apa aku ini?” aku selalu menjawab dengan entengnya “mau jadi orang yang sukses lah, biar bisa bawa ibu dan bapak keliling dunia”.
Namun sampai saat ini aku tak bisa mendefinisikan sukses seperti apa yang akan ku kejar? Jangankan untuk memahami makna sukses itu, terkadang untuk mengenali diri sendiri saja rasanya sangat sulit. Ku coba bercermin agar mengetahui diri ini, namun sulit sekali bercermin diantara kerumunan banyak orang. Yang mana pantulan dari bayang diriku? Apakah yang ini? Ahh.. sudahlah, semoga dengan berjalannya waktu, fokus pada cermin yang kugunakan untuk melihat seperti apa diri ini semakin tajam dan terfokus.
Kucoba berlari mengejar sukses itu walau belum kukenal dengan jelas siapa SUKSES itu? Apakah sukses itu akan menjadi teman sejatiku suatu saat nanti? Ataukah tidak akan kudapatkan sampai kapanpun. Waktu berputar begitu cepat, kupahami semua yang ada, semua yang selalu kusebut itulah sebuah kesuksesan. Walau pada akhirnya kutemui jalan buntu untuk mengenal lebih jauh apa itu sukses.
Apakah yang mengendarai mobil mewah, itukah sukses? Apakah yang memiliki rumah besar nanmewah, itukah sukses? Apakah yang memiliki usaha dengan omset penghasilan yang besar, itukah sukses? Apakah mempunyai pekerjaan dengan jabatan tinggi dan upah besar, itukah sukses? Tapi pemikiran itu tak cukup sampai disini, aku mulai merenung.. apakah orang yang memakan hak orang lain itu sukses? Apakah orang yang duduk dibarisan anggota dewan perwakilan rakyat itu sukses? Tanpa kacamata mungkin dapat kunilai, semua itu adalah kesuksesan. Karena aku yakin, untuk memperoleh itu semua, mereka tak hanya duduk diam menunggu takdir itu datang dan berteman akrab dengan mereka.
Ada lagi sebuah fenomena, dimana aku melihat seseorang yang bermain tipu-menipu, entah itu dalam usaha penjualan atau sejenis bisnis multi level marketing. Mereka menjuluki diri mereka sukses, entah dari apanya tapi aku tak melihat sedikitpun indikasi sukses ada pada diri mereka. Berbeda dari kacamata lain yang kugunakan untuk melihat sebuah kesuksesan, saat aku berpergian seorang diri menggunakan angkutan umum, bus antar kota dan provinsi, banyak sekali pedagang makanan kecil yang memanggul dagangan mereka dan berlari mengejar bus. Kulihat tubuhnya yang mulai menua, lusuh, dan terlihat lelah. Tapi semangat mereka untuk menawarkan dan menjajakan jualan mereka sampai penumpang bus tersebut bersedia untuk membelinya. Uang 2ribu rupiah yang mereka terima dengan sumringah itu kulihat jelas betapa bahagianya mereka saat berhasil bersusah payah untuk mendapatkan nominal uang yang sering ku sepelekan jumlahnya itu. Saat itu aku berfikir, orang seperti mereka juga bisa aku sebut sukses.
Tapi, jika aku bisa menyebut pedagang kelontong tersebut sukses, mengapa aku tidak mampu menyebut diriku sendiri sukses? Sedang aku pernah mengalami sama persis apa yang pedagang kelontong itu lakukan. Berlari ditengah panas demi terjualnya barang yang memang harus dijual. Flashback ke masa dimana langkah ini dimulai, teringat sepotong kata yg diucapkan guru-ku di STM dulu. “Jika kalian lulus dari ujian nasional ini, sebenarnya ujian hidup yang sesungguhnya telah menunggu didepan mata kalian”. Dari kalimat itu aku mulai merenung, detik-detik yang seharusnya kugunakan untuk fokus menempuh ujian nasional tersita untuk memikirkan apa yang akan kulakukan selepas UN nanti? Kegalauan semakin berat pada hari ke-empat UN. Aktivitas apa yang akan ku geluti selepas UN nanti? Ternyata ucapan guru-ku sangat benar, ujian sesungguhnya akan kuhadapi.
Rasa galau belum berhenti sampai disitu,rasa galau ini ternyata menelurkan anak. Selang beberapa hari setelah UN turunlah sebuah kabar dimana aku gagal lolos seleksi pendidikan gratis di salahsatu perguruan tinggi di bandung. Yang ada pada pikiran saat itu hanyalah kesedihan, mau jadi apa aku ini? Langkah yang kupilih untuk kuliah ternyata berbenturan dengan takdir Alloh, ingin kulewat langkah ini dijalan yang lain untuk mencari pekerjaan ternyata usia-ku belum mencukupi untuk memperoleh pekerjaan.
Tidur yang kulewati setiap malam mulai tidak nyaman, hingga keesokan paginya dengan modal nekat aku menyiapkan berkas untuk mendaftar perguruan tinggi, setelah melakukan test dan akhirnya aku lolos disebuah program studi fakultas teknik ternyata kulihat rincian biaya yang tidak sedikit. Cukup berat untuk ku gantungkan pada orangtuaku. Ku kira selepas aku lolos masuk perguruan tinggi ini rasa galau ini akan menghilang. Ternyata tidak, galau yang kurasa semakin berat. Aku merasa bagaikan orang yang kecil diantara keramaian para raksasa. Apakah aku tega membebani orangtua ku dengan biaya sebesar itu? Untuk sampai lulus STM 3tahunpun, aku rasa mereka sudah bersusah payah untuk mencapai titik ini.
Otakku mulai berpikir lebih keras dari biasanya, disaat sulit itu aku ingat ucapan wali kelasku saat ia berkuliah dulu, ia daftar disalah satu perguruan tinggi di Bandung, ia bilang jika ia gagal ia akan sedih, tapi jika ia lolos ia juga sedih, karena bingung harus mendapatkan biaya dari mana. Tapi ia menyambung ceritanya itu dengan kalimat yang sampai saat ini sangat aku percayai, “Alloh memberikan rezeki itu gak akan setengah-setengah, kalo Alloh mengizinkan lolos perguruan tinggi, maka dari jalan manapun akan ada rezeki untuk membiayainya, rezeki Alloh itu sepaket, gak mungkin setengah-setengah”.
Oke, aku percaya teori itu. Pasti Alloh akan memberi  jalan bagi siapapun yang mau berusaha. Aku pasti bisa melunasi biaya daftar ulang study-ku itu tanpa harus memberatkan orang tuaku lagi.

Senin, 29 Desember 2014

Ku Nantikan Kau Dibatas Waktu

Bismillahirrahmanirrahim... :)



Teruntuk sang Akhi..

 




Tak lama kukenal dirimu, belum pernah ada momen yang kita lewati bersama, tapi entah kenapa ada sesuatu yg menggedor hati ini begitu keras. Keras sekali, semakin hari ku rasakan gedoran itu semakin keras. Entah dari bisikan setan melalui hawa nafsu ini, atau entah apa itu. Yang memenuhi otak ini hanyalah satu kata, entah..entah..entah 




Semua yang terlihat, yaa terlihat biasa saja dari apa yang ada pada dirinya. Orang lain bilang, aku ini terserang virus merah jambu ^_^ hehe.. tapi jujur harus ku akui aku jatuh cinta padanya :)




Ada satu pertanyaan yang tak mampu aku jawab, “apa yang membuat hati ini berwarna merah jambu untuknya?”  entah.. hehe lagi-lagi hanya entah.. yang bisa kujawab :( Tapi rasa ini cukup membuat diri ini bahagia, bukan karena bahagia bisa memilikinya, tapi ada kebahagiaan tersendiri memendam rasa cinta semu ini.




Beberapa waktu ku lewati bersama dengan rasa ini, keinginan untuk memilikinya semakin kuat. Sedang keimanan untuk bertahan melawan rasa itu terasa semakin melemah setiap saatnya. Rasa yang telah kucoba untuk membunuhnya berulang kali, tapi semua usaha yang kulakukan nihil hasil.




Aku sadar, sangat sadar.. seperti apa dirinya, seperti apa diri ini, seperti apa kualitas diri ini. Sangat bobrok, untuk merayu sang maha pencipta agar dipasangkan dengannya pun rasanya malu sekali. Saya tau, tak ada yang tak mungkin bila Alloh telah berkehendak, tapi apa daya, diri ini berkata lain. Seperti ada portal besar menghadang didepan sana. Portal yang seakan mengultimatum diri ini untuk berhenti berharap pada sang pemberi segalanya. :(




Hari demi hari kulalui dengan rasa tertekan ini, rasa tertekan yg begitu nikmat bila diresapi oleh hati kecil ini. Sampai saat kutulis surat cinta ini, aku pun belum paham apa yang membuat diri ini begitu tergila oleh sosoknya. Sosok yang mampu membuat diri ini bergetar dan mampu menundukan pandangan ini saat menatapnya :( Dalam hati ingin sekali berteriak dihadapan wajahnya saat bertemu, bahwa diri ini mencitai dirinya *hahaa punten rada lebay*Tapi apa daya lagi, rupanya untuk menatapnya langsung berlama-lama saja tak mampu..




Satu hal yang selalu terbayang, jika ia mampu membuatku seperti ini, entah berapa banyak uhkti diluar sana yang mungkin terbius oleh karismanya *punteenn lebay deui* ehehe. Semoga saja rasa yang tersimpan ini, bukan menjadi bibit pelemah iman. Semoga dengan rasa yang tumbuh ini menjadi penguat iman diri ini pada sang illahirabbi, walau sejatinya ada atau tanpa ada dirinya dihati ini, menguatkan iman adalah suatu kewajiban.




Minggu demi minggu mulai berlalu, rasa yang tumbuh ini makin terasa seperti racun. Membuat sakau diri ini saat tak ku ketahui kabarnya. Ya Rabb.. aku tersiksa :( Apa harus ku sapa terlebih dahulu? Tetapi rasa malu ini begitu berat untuk dikalahkan. Aku mulai merenung.. rasa yang awalnya mampu menjadi pemacu untuk lebih taat ini kenapa bisa berubah drastis menjadi sebuah rasa tertekan? Rasa haus akan kebutuhan kabar dirinya? Bukankah ini dorongan mahluk yang kau ciptakan dari api? Ya Alloh, bantu hambaMu yang tak lebih dari butiran debu ini, agar berdiri tegak memegang prinsip ini, jangan sampai tumbang karena seseorang yang bisa membuat diriMu cemburu atas cinta berlebih yang kurasakan ini..




Renungan demi renungan setiap malam sunyi yang kulewati mulai memberikan arah, seperti ada cahaya yang menerangi hati ini, memberi nasihat pada diri ini, bagaimana jika dia yang membuat diri ini jatuh cinta dan sanggup menjadi pemacu penguat iman pergi begitu saja? Lalu efeknya seperti apa hancurnya iman pada diri ini? Disitulah ku mulai berfikir.. meresapi semua kontrovesi pada diri ini dengan hati tenang. Jika ia baik, mampu membuat diri ini ingin lebih baik pula, sayangi ia dalam diam :)




Semua kicauanku, mungkin tetap tidak akan membuatnya mengetahui. Tapi selama tidak diungkapkan, insyaAlloh diam ini mungkin akan membuatnya lebih nyaman. Yang paling aku takuti dari sebait kisah ini adalah dia menjauh bila mengetahui rasa ini. Semoga ia tetap seperti ini, bersikap normal tak tahu sedikitpun apa yang aku rasakan padanya :)




Aku percaya Alloh-lah yang memelihara diri ini, Alloh yang menciptakan semua yang kurasakan pada dirinya, Alloh akan memberikan yang terbaik. Jika aku boleh mengemis, Ya Allah zat sangat kucintai, aku ingin sela-sela jari yang kau ciptakan pada dirinya, adalah sela-sela yang akan menggandeng jari ini suatu hari nanti :’) *punten lebay deui* hehe




Terlepas dari semua yang diharapkan, aku yakin Alloh punya skenario yang indah.. :) jikalau sela jemarinya akan dipasangkan dengan wanita lainnya, mungkin itulah yang terbaik untuk akhir cerita ini. Jika cerita ini berakhir seperti apa yang diharapkan, mungkin itulah balasan dari diam ku selama ini.




Cinta sejati itu hanya berasal dari Alloh, bukan dari dua mahluk yang saling mengungkapkan dalam ikatan yang tidak halal. Sebesar apapun usahaku saat ini, jika itu membuat imanku melorot, bisa saja Alloh balikan hati dia agar membenci segala apa yang kukatakan padanya.




Kunantikan kau dibatas waktu wahai engkau yang kuharapkan, saat memang sudah siap pada satu tujuan hidup ini akan berakhir pada tempat yang abadi nanti. aku percaya jodoh tak akan kemana.. jikalau bukan engkau yang akhirnya bersamaku, aku berharap semoga kita selalu dipasangkan dengan yang terbaik, yang telah dipersiapkan dan dipilihkan olehNya.




Salamku dalam diam, kuharap kau menjawabnya dalah hati. Untukmu Akhi.. :)




I love you ^__^




Sabtu, 15 November 2014

Engkau Semakin Dewasa, Dan Beliau Semakin Rapuh

 Engkau Semakin Dewasa, Dan Beliau Semakin Rapuh oleh: Larasati Sugiyanto



 بسم الله الرحمن الرحيم
 Alhamdulillah, dengan kuasa Alloh hari ini Laras masih bisa memberi coretan indah pada Blog laras ini, hehe bukan sekedar coretan, insyaalloh bermakna dan meninggalkan kesan bagi pembacanya. Apa yang Laras tulis disini adalah apa yang laras rasakan, laras ungkapkan pada sebuah media agar kita bisa saling berbagi. Bukan berbagi *Money* yahh. hehe. Menjalani hidup di zaman yang kian sarat dengan cobaan seperti sekarang ini, mengharuskan setiap insan memiliki bekal moral yang memadai. Agar ia tidak terombang-ambing ke sana kemari, tidak mudah hanyut oleh arus perubahan yang kian deras menerpa. Sebab, cobaan dan godaan yang silih berganti mungkin saja melemahkan pertahanan iman, bahkan merobohkan benteng ketakwaan dalam hati seseorang, semoga kita semua tergolong orang yang selalu mengingatkan kepada kebaikan yah, agar sama-sama kita raih ridho Alloh untuk mencapai JannahNya. Aamiin O:)

 Ya Alloh, sayangilah kedua orang tua-ku sebagaimana mereka menyayangi-ku diwaktu kecil :) pernah dengar sepenggal doa itu? ataukah masih sering kita lantunkan dipenghujung solat kita? atau masih sering kita lantunkan setiap malam sebelum kita meminta Alloh untuk mematikan sementara ruh dalam jiwa ini? :) Saya yakin, saudara seiman saya yang membaca Baitan ini adalah Hamba-hamba yang selalu disayang oleh Alloh, hamba-hamba yang juga sangat menyayangi Alloh Dan tentunya juga sangat sayang kepada orang tua-nya. :)

Berbicara soal orang tua, banyak sekali warna-warni yang ia torehkan dalam hidup ini. Ada yang masih ingat betapa sayangnya orang tua kepada kita, saat kita masih didalam janin ibu kita? mereka sangat menantikan kehadiran kita selama 9 bulan. Penantian yang cukup lama yahh. hehe Saya jadi teringat akan sebuah film pendek yang menceritakan keinginan orang tua yang sudah rapuh kepada anaknya. sedih banget loo ceritanya :') hehe, okeh back to topic. Hhkmm

Ada yang masih ingat, Kapan terakhir kita menatap wajah orang tua kita? Kapan? Berapa waktu yang lalu-kah? Ekspresi wajah apa yang kita lihat terakhir? mungkin sejam, sehari, seminggu, sebulan, atau setahun yang lalu-kah kita melihat wajah lesuh penuh cinta itu? :') "Kau ingin ku menjadi, yang terbaik bagi-mu, patuhi perintahmu, jauhi godaan yang mungkin-ku lakukan dalam waktu-ku beranjak dewasa, jangan sampai membuatku terbelenggu, jatuh dan terinjak" Itu lirik lagu Ada Band, yang syairnya membuat hati gemetar. hehe. Semua orang tua punya harapan yang sama terhadap anak-anak mereka, saya sangat yakin semua orang tua selalu berharap hidup anaknya kelak dapat lebih baik dari hidup mereka sekarang. walapun saat ini saya belum merasakan menjadi orang tua, tapi dari realita kehidupan disekeliling yang saya amati, hampir setiap orang tua tak memikirkan lelah pada dirinya demi sang anak :')

Tapi sayangnya, tidak banyak anak yang sadar betapa besar cinta orang tua kepada dirinya sehingga membuat sikap mereka acuh, tak acuh terhadap orang tua sendiri. Balik lagi ke pintu belakang perjalanan hidup ini, kembali bermuhasabah pada diri sendiri, mungkin sering kita mengabaikan orang tua kita demi sesuatu hal yang lain, demi sesuatu yang tidak ada nilai kebaikannya samasekali dihadapan Alloh, sesuatu yang mudorot, rugi pangkal rugi pokona mah >,< Tapi saya harap kita yang pernah melalui halaman hidup kurang menyenangkan tentang pengabaian orang tua itu, sudah khatam yahh. Kita Menuju sebuah halaman menuju ridho Alloh yang tentunya sangat bergantung kepada ridho orang tua kita ^_^.

Berbicara soal "ridho" (bukan ridho penyanyi dangdut yaahh :C  ) tak jarang juga kita menemui kisah hidup dimana sang anak yang baik, dihadapkan dengan orang tua yang keras hati. Kisah hidup ini bukan berarti Alloh ngga adil, ketika orang tua yang lain berusaha keras untuk membuat anaknya naik, ada sebagian orang tua yang terkesan membuat keadaan anaknya stag, diam ditempat. Butiran cerita inilah bukti Alloh sangat menyayangi anak baik ini, Alloh ingin sekali anak ini tinggal di surganya Alloh dengan melalui ujian semester seperti ini. Kita sebagai anak, jika terkotak dalam situasi seperti ini jangan nethink yah sama Alloh. Alloh tau kadar imanmu, sehingga Alloh menganugerahkan kamu kepada orang tuamu sebagai penolong mereka. Alloh ingin engkau selalu berdoa, memohon, merayu kepadaNya agar orang tuamu ini dilembutkan hatinya. Skenario Alloh selalu berakhir indah ^_^

Ada lagi lembaran cerita lain, dimana orang tua yang sangat lembut hatinya di anugerahkan anak yang hatinya keras. Hmm. Pernah denger, atau ada di sekeliling kita, anak yang sering menipu orang tua nya? Padahal orang tua nya sudah sangat baik, memberi semua fasilitas yang menunjang demi sukses nya sang anak. Tapi anaknya masih belum sadar juga, semua hal yang dilakukan orang tuanya itu karena ia sayang terhadap sang anak, sang anak malah asik terbuai dalam sebuah kemanjaan, dan lebih sayang kepada orang lain. Yahh sebut saja Pacar. Jangan sampai kita tergolong anak yang lebih mementingkan pacar, ketimbang orang tua sendiri. Pacar diberi ini itu, orang tua diberi kecuekan, dan keacuhan. Pacar apa saja di usahakan, orang tua di masa bodo-kan. Gimana mau meraih ridho Alloh, kalo ridho orang tua saja tidak bisa kita dapatkan? :)

Terlepas dari keras atau lembutnya hati orang tua kita, tugas kita sebagai anak adalah selalu memberikan yang terbaik bagi orang tua kita. Jika mereka salah, ingatkan dengan cara yang lembut, santun, tak menyinggung perasaan mereka dan tak terkesan menggurui mereka. Orang tua itu sensitif, ketika kita berbicara dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari biasanya, hati mereka akan cepat tak nyaman. Ketika mereka yang salah, tak jarang malah mereka yang marah ^_^ disinilah kita di uji, untuk tidak marah kembali pada orang tua kita, terkadang orang tua itu gengsi untuk mengakui kesalahannya, kita hanya perlu diam dan menganggap masalah itu tidak pernah ada. karena jika diteruskan akan terjadi pertarungan hebat antara ortu dan anak ;O Ketika mereka kurang mendengar apa yang kau katakan, jangan sampai terucap "dasar tuli" yang perlu kita lakukan adalah mengulangi apa yg kita ucap tadi dengan nada yang pelan dan sabar yahh. Jika kamu ingat, sewaktu kau kecil dulu, kau selalu mengulang-ulang cerita yang kau lalui, yang membuat kau bahagia, kamu terus mengulang sampai orang tuamu merasa bosan, tapi ia tak pernah merasa kesal terhadapmu, orang tua selalu mengganggap apa yang diceritakan anaknya adalah proses dimana anaknya semakin besar, semakin pintar. Beda dengan anak yang sudah tumbuh besar, ketika orang tua meminta untuk mengulang-ulangapa yang kau ucapkan, disitu kau berfikir orang tua ini semakin tua dan bau tanah *maaf* dan disitu kau berfikir inilah proses menuju kematian.

Sayangilah kedua orang tua kita, entah seburuk apapun perlakuan mereka kepada kita. Mereka tetap orang tua kita. Jangan perlakukan mereka seperti budak, walaupun terkadang ada orang tua yang ikhlas membantu anaknya, kita harus tetap memberi perlakuan layak terhadap mereka. Satu pesan saya di akhir SKS ini, Berlaku baiklah kepada orang tua, luangkan waktu untuk mereka seberapapun sibuknya kita, orang tua tidak menuntut kita untuk sukses, tapi setidaknya kau mampu menyisihkan waktu untuk mereka, jangan buat mereka menyesal dan merasa sia-sia telah membesarkan dirimu...
sekian, hehe. semoga bermanfaat ^_^






Kamis, 13 November 2014

Aku Yang Menikmati Jajahan Ini

In the name of Alloh, the most gracious and the most merciful.. 
Ya Alloh, tiada ungkapan yang bisa aku terjemahkan melainkan keampunan yang tulus dari hati ini. Aku yang telah banyak menipu diri sendiri, seringkali terpedaya dalam perbuatan yang aku tak tahu engkau meridhoinya atau tidak. Aku sadar ya Alloh, aku hanyalah manusia yang sering lalai dan lupa akan jalanMu yang lurus..
Minggu-minggu jadwal kuliah mulai kosong, memasuki minggu tenang menjelang UTS. Dengan hati yang penuh rasa rindu kepada Ibu dirumah aku memacu kuda bermotorku untuk cepat pulang kerumah. bertemu dengan ibu, merasakan nyamannya dirumah sendiri, merasakan kehangatan suasana dirumah. Pikiranku tertuju pada suatu hiburan yang jarang sekali aku temui di kamar kostku, iyah. Televisi! Selain rindu akan suasana rumah, ternyata ruh ini juga rindu pada hiburan yang satu itu ^_^ setelah lama sibuk dengan pekerjaan dan segudang tugas kuliah, ternyata diri ini rindu kepada Televisi. semoga rindu itu tidak melebihi rinduku padaNya..
Ngmong-ngmong soal televisi, pasti sinyalnya kuat nih. Pasti ada yang langsung teringat tentang sinetron favoritnya, acara berita favoritnya, sitkom favoritnya, talkshow favoritnya, atau acara lain yang paling ditunggu-tunggu. Kalo saya sendiri sih, suka yang horor-horor.. :D yahh acara yg dimulai diatas jam 12malam, tentang mahluk yang diciptakan Alloh, yang keberadaannya sangat dekat dengan kita. dekat, tapi jauh. hehe.. gimana sih :-? gak tau ah saya juga, udah jangan dibahas lagi okey.. :) karena yang akan kita bahasa disini bukan itu. Ssssttt trus apa?
Tentang sinetron yang tak sengaja saya lihat begitu saya menekan tombol power pada remote Tv dirumah saya. hmm sepintas saya amati sinetronnya sangat menarik, seru, membuat mata ngga berkedip loo. Saya tidak akan membahas apa Judul dari sinetronnya itu, saya anti rasis terhadap karya orang lain ^_^ jujur, saya paling anti terhadap yang namanya sinetron. Tapi belakangan ini, saya mulai terpana melihat acting-acting dari aktris pemerannya.
Ada beberapa yang harus disaring yaa dari sinetron yang kita tonton, bisa saja tayangan tersebut terlihat bagus, terlihat menegakkan agama islam, tapi hati-hati.. pandai-pandai kita melihat, bahwa ada saja setitik adegan/gaya dari apa yang diperankan membuat kita menghalalkan sesuatu yg jelas-jelas dilarang Alloh..
Adalagi, sinetron yang isinya pacaraaaaaaan muluu, bahkan tayangan itu ditayangkan pada jam dimana anak dibawah umur masih bisa terjaga (belum tidur) inilah jajahan yang tanpa kita sadari, yang sedikit demi sedikit melumpuhkan ahlaq generasi muda bangsa ini. kebayang gak? kalo masih kecil udah pacar-pacaran, maksiat terus, zina terus, hancur sudah bangsa ini..
Ada juga sinetron yang menampilkan pacar-pacaran anatara sesama muslim?! Pacaran sebelum akad? :O loh..lohh.. penyesatan bentuk apalagi ini :$  ini yang meracuni generasi muda indonesia, sehingga mainset yg ada di kepala mereka "gak apa-apa pacaran.. pacar saya soleh/solehah ini" itu tuh sesat :D orang yg soleh gak akan pacaran sebelum akad. Katanya juga jadi timbul lah mainset dipikiran laki-laki yang saat ini mulai ngetren, "gue mau cari cewe baek-baek buat jadi pacar, yang berjilbab gitu" nah loooo >,< saya jadi makin gereget sama tragedi yang terjadi di saat ini. hmm
Mungkin jika saat ini sebagian orang menghalalkan berpacaran dengan orang yang katanya soleh, bisa jadi 5tahun atau 10tahun kedepan akan timbul mainset, bahwa daging babi itu halal, asalkan disembelih dengan menyebut nama Alloh. hmm *mikir keras*
Bicara soal penjajahan, sebenarnya bukan hanya dari tayangan, penjajahan yang paling dinikmati oleh diri saya sendiri adalah nikmatnya dijajah oleh media sosial. Seringkali diri ini merasa riya, mungkin diri ini di dunia nyata menundukan pandangan pada kaum adam, tapi di dunia maya, diri ini memperlihatkan senyum terindah kepada khalayak ramai. Astagfirawllah....
ya Alloh, bantu kita semua aga tidak sesat dalam menggunakan teknologi yang engkau berikan. akal dan pikiran ini milikMu, tolong bantu hambaMu yang hina ini untuk memanfaatkan teknologi yang kau titipkan. Bantu diri ini untuk terus berubah, berubah, berubah, berubah menjadi yang kau mau sampai kau panggil diri ini kembali kepadaMu..
Semoga apa yang saya tulis ini dapat memotivasi diri ini, untuk lebih bijak menggunakan sosial media yang ada. Semoga apa yang saya tulis ini dapat menjadi cambuk untuk diri ini, agar lebih malu mempertontonkan wajah di sosial media.. ya Alloh aku hanya hambaMu yang hina, Aku tanpaMu butiran debu.. :')


Perempuan, Dan Harga Dirinya...



Assalamu’alaikum ikhwah fillah.. Kembali lagi dengan tulisan laras nih. ^_^
Masih membahas tentang keahkwatan. so, yg merasa perempuan, wanita atau yg masih merasa diri ini “cewe” mari simak yuukk.. sekedar bahan renungan aja.. semoga memotivasi untuk menjadi insan yg lebih baik, yg lebih terlihat cantik ahlaqnya di mata Alloh. Buat yg merasa laki-laki jika sekedar ingin mengetahui juga gak apa-apa sedikit membaca, agar bertambah pengetahuan kita. Baca sampai akhir yaa, biar tidak salah paham. Saya menulis baitan ini bukan berarti saya ini paling benar diantara pemirsa pembaca, tapi saya hanya sekedar ingin mengingatkan.. walau saya hanya menghapal satu ayat kebenaran, yahhh apa salahnya dibagi.. okesip :D setuju yaahhh…. Lanjut..
Saya bingung harus memulai dari mana :? Karena begitu banyak baitan yg ingin saya ceritakan. diambil dari pengalaman pribadi, hehe. 70%nya dari pengalaman orang lain yg saya analisa. whehe -_- gaya bet bahasanya. Ngomong2 soal “Gaya” (bukan Gaya materi kuliah fisika yaah, saya sendiri kurang paham materi itu.. L okesip.. abaikan :D ) Gaya yg saya maksud di topic ini adalah tren fashion, gaya bergaul, gaya dikehidupan seharihari. Saya sendiri bukan orang yg gaya hidupnya sehat. sering sekali diri ini merasa jauh dari Alloh. Gaya berpakaian ini jauh sekali dari apa yg Alloh perintahkan. Alloh memerintah seperti ini, saya malah melakukan yg seperti itu, semoga apa yg saya alami ini hanya sebuah tempat persinggahan sementara menuju gaya berpenampilan yg sesuai syariah, sesuai dengan apa yg Alloh mau.
Mungkin banyak disekitar kita sering kita jumpai, perempuan yang masih senang memperlihatkan auratnya, entah untuk alasan apa tapi yg jelas kita sebagai perempuan pasti pernah berfikiran seperti itu, ingin terlihat “ini looh sisi indah dari tubuh saya”  tapi mungkin sifat furqan (pembeda) kita lebih diruncingkan oleh Alloh, sehingga niat awal kita yg masih senang mempertontonkan dikerucutkan oleh Alloh. J Semoga saudari kita sesama muslim, yang masih senang mempertontonkan rambutnya yg indah itu, bagian-bagian tubuh yg lain semoga terhidayahi. Ada yg perlu digaris bawahi, sesungguhnya letak kecantikan seorang perempuan muslim bukanlah pada keberaniannya mengumbar aurat, tapi letak cantik seorang perempuan muslim ialah pada rasa malunya. Yahh.. perempuan itu cantik, apabila ia memiliki rasa malu. Malu untuk mempertontonkan dirinya dengan sebegitu murah. Sebenarnya tidak ada yg perlu dibanggakan ketika kamu berhasil berpenampilan cantik dan terbuka, penampilan yg tren nya sih bernama “you can see” aww.. aw.. horror yaa bahasanya -__- kamu dapat melihat-lihat :O
Flashback ke pengalaman di pintu belakang hidup ini, beribu dosa mungkin telah banyak terjadi di kehidupan ini. Tapi saya  percaya kasih sayang Alloh lebih besar daripada murkaNya. Yukk mulai kita perbaiki diri ini, sedikit demi sedikit asal rutin Alloh sangat menyayangi hambaNya yg bertaubat. Sadar gak? Alloh memberi kita nikmat yg begitu besar, kita dikasih bentuk tubuh indah, paras cantik. Untuk apa? Untuk dijaga. Bukan untuk di gratisin kepada semua orang dengan bebas memandangnya.
Berhubungan dengan aurat, sebenarnya apa yg kita cari dari memamerkan sesuatu yg sangat mahal itu? Membuat kaum adam tertarik? Mungkin iya saya rasa. Tapi untuk apa? Kaum adam yang beriman akan menjaga pandangannya, mungkin akan ada kaum adam lainnya yg tertarik, jatuh cinta, lalu menjadikan kamu sebagai pacarnya. Jika itu yg kamu tuju, maka kamu sukses! Yaa sukses melakukan dosa besar.
Tapi coba kita renungkan, jika ada seseorang yg jatuh cinta karena bentuk fisik kita, lalu bagaimana cara dia mencitai Alloh yg tak kita ketahui rupaNya seperti apa. Yg kita dapat rasakan hanyalah kehadiranNya didalam hati ini. Jadi bisa diambil kesimpulan dari bait ini, jika dia tidak mencintai Alloh yg memberi begitu banyak nikmat kepadanya, lalu mana mungkin ia mencintaimu? Good woman for Good men QS. An-nur:26. Kita muslim kan? Percaya Alloh? Percaya janji Alloh itu nyata. Kita sebagai perempuan pasti ingin memiliki pendamping yg baik, lalu apakah akan kita dapatkan pendamping yg baik dari cara yg kurang baik, dari cara yg ngga disukai Alloh?
Susah memang meninggalkan keadaan yg sudah nyaman bagi sebagian perempuan, keadaan sulit untuk menutup aurat mungkin keadaan itu yg membuat ia nyaman dan “srek” ada lagi sebagian perempuan yg sudah tau kewajiban menutup aurat, kewaiban memakai hijab tapi mereka enggan memakainya, dengan alas an “ngga cocok ah, takut kelihatan jelek”. Nah loh hmmmm? Sulit kalo dihatinya sudah berisi dunia dunia dan dunia. Ia lupa akhirat sepertinya. Tugas kita adalah selalu mengingatkan perempuan seperti ini, sampai ia mau mengenakan hijab. Ada lagi yg berpikir “Ngapain berjilbab kalau kelakuan masih ancur, mending lepas ajah jilbabnya”. Ini yg lebih menyesatkan lagi. Ahlaq itu beda dengan jilbab yaa cantik ^__^ Jilbab itu perintah Alloh, sedangkan ahlaq itu kelakuan si insannya itu. Jangan menyalahkan jilbab atas perbuatan orang yg memakainya. Yg berjilbab memang blm tentu baik, tapi setidaknya sudah gugur satu dosanya karena membuka auratnya. Hmm sekian aja yaa, semoga bermanfaat. Kita ketemu lagi di SKS selanjutnya. Trmksh Waalaikumsallam wr wb